Kemasan

Mengkonsumsi makanan instan memang menjadi pilihan praktis yang dapat menjadi alternatif kita jika kita sedang kelaparan dan tidak mempunyai banyak waktu untuk memasak. Kebanyakan dari kita memilih makanan instan dalam kemasan sebagai pilihan untuk mengganjal perut yang lapar. Cara pembuatannya yang mudah serta keberadaanya yang gampang ditemui dimana saja menjadikan makanan kemasan ini sangat diminati oleh masyarakat luas. Namun, kita harus berhati-hati dan mengenal betul komposisi atau bahan yang terkandung dalam setiap makanan kemasan, terutama bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan tersebut. Banyak diantaranya yang memungkinkan kita terkena penyakit yang cukup parah seperti kanker, kolesterol, penyakit jantung koroner, diabetes dan lain-lain. Di bawah ini beberapa kandungan zat/bahan kimia yang biasanya banyakterkandung di dalam makanan kemasan yang dapat menyebabkan gangguan penyakit ke tubuh kita:

  • Pewarna Makanan

Pewarna makanan ditambahkan sebagai bahan pembuat makanan dengan tujuan mempercantik tampilan makanan tersebut sehingga konsumen akan mudah tertarik untuk membelinya. Namun tahukah kamu, apabila pewarna makanan ini dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, zat ini dapat mengakibatkan gangguan ginjal, kantung kemih otak sampai kanker tiroid.

  • Monosodium glutamat

Zat ini ditambahkan dengan tujuan untuk menambah cita rasa dari setiap makanan kemasan. Pengkonsumsian bahan ini dalam jangka panjang akan mengakibatkan penurunan kerja otak dan mempengaruhi kerjanya, bahkan peneliti menyebutkan bahwa zat ini dapat menyebabkan para konsumen mengidap penyakit alzheimer dan parkinson.

  • Bahan Pengawet

Bahan pengawet yang digunakan biasanya yaitu Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat. Bahan ini ditambahkan dengan tujuan agar makanan tersebut dapat awet sampai lama. Dalam makanan kemasan, biasanya kita melihat tulisan “Simpan di tempat yang sejuk!! Hindari terkena sinar matahari langsung!!” (pantesan). Bahan ini dapat memicu kerusakan kelenjar tiroid.

  • Aspartam

Bahan yang biasanya digunakan dalam hampir semua makanan terutama minuman bersoda dalam botol atau kaleng. Konsumsi Aspartam secara berlebihan akan memicu kerusakan ginjal, memicu penyakit limfoma dan bahkan sampai kanker leukimia (kanker darah). Nah, itu dia bahan kimia berbahya yang biasanya kita temukan dalam komposisi/bahan makanan terutama makanan kemasan. Alanhkah sebaiknya kita jangan terlalu sering memakan makanan kemasan dan instan. Walaupun dirasa lebih praktis, tetapi hal itu tidak sebanding dengan dampak yang akan ditimbulkannya.. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita dan kita mulai memilah milih makanan-makanan sebagai asupan yang baik bagi tubuh kita..

Kategori: Kesehatan