kanker-darah

Hello Guys, mungkin diantara kita banyak sekali yang meremehkan bakteri di dalam mulut. Mungkin kita hanya menganggap bakteri mulut tersebut hanya akan merusak gigi kita saja. Padahal, ada fakta baru nih guys, ternyata bakteri dalam mulut itu juga bisa mengakibatkan kanker loh.. ngeri kan?hehe

Baru-baru ini ada kabar terbaru yang memberitakan bahwa para peneliti di Amerika Serikat telah mengenai fakta baru mengenai bakteri di dalam mulut, yang mana dari hasil penelitian terbaru tersebut mengungkapkan bahwa bakteri di dalam mulut bisa sebabkan kanker, khususnya kanker kolon dan rektum.

Media berita Xinhua melansir kabar tersebut berdasarkan terbitan Cell Host & Microbe Journal. Disitu dikatakan bahwa Mikroorganisme yang bernama fusobacteria yang berada di dalam mulut mampu merangsang respon kekebalan menjadi buruk serta mampu menumbuhkan gen yang menimbulkan kanker untuk membentuk tumor rektum dan kolon.

Guys, tahukah anda bahwa kanker rektum dan kolon ini sangat mematikan sekali. Di amerika serikat kanker ini merupakan kanker yang paling mematikan ke 2. Kanker rektum dan kolon sendiri ialah sebuah kanker yang menyerang pada organ tubuh usus besar serta rektum.

Dalam penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa pada jaringan pasien yang mengalami kanker kolon dan rektum ditemukan banyak sekali fusobacteria. Namun, para peneliti belum bisa memastikan apakah fusobacteria berkontribusi dalam timbulnya pembentukan tumor.

Salah seorang Profesor dari Case Western Reserve University School of Dental Medicine, yang bernama Profesor Yiping Han bersama timnya mengungkapkan bahwa bakteri ‘fuso bacteria’ mengandalkan molekul FadA, yang mana molekul tersebut ada pada permukaan sel bakteri, hal tersebut berguna untuk menyerang dan juga menempel pada sel kanker tadi.

Gen pertumbuhan kanker pada tubuh manusia tersebut dinyalakan oleh FadA. Selain itu FadA juga merangsang respon dari inflamasi pada sel-sel yang kemudian meningkatkan terbentuknya tumor.

FadA sendiri ialah suatu molekul yang bisa dijadikan sebagai diagnosa awal terjadinya kanker rektum dan juga kanker kolon. Selain itu, FadA juga bisa dijadikan untuk mengidentifikasi terapi potensial untuk mengatasi penyakit tersebut.

Kategori: Kesehatan